Jakarta, 2 Juni 2026 – Pusdatin BPOM bersama Direktorat Analisis dan Forensik - Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapat pembahasan hasil monitoring sensor keamanan pada infrastruktur Badan POM Triwulan I Tahun 2026 di Gedung Phinisi, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara BPOM dan BIN yang telah berlangsung sejak tahun 2024 dalam upaya memperkuat pemantauan dan pengelolaan keamanan siber di lingkungan BPOM melalui pemanfaatan perangkat monitoring keamanan.
Dalam rapat tersebut, BIN memaparkan hasil monitoring keamanan selama periode Januari hingga Mei 2026. Pembahasan meliputi hasil pemantauan ancaman siber, kapasitas monitoring jaringan, temuan kebocoran kredensial pengguna, keamanan source code aplikasi, serta inventarisasi aset digital melalui kegiatan pemetaan subdomain dan patroli keamanan aplikasi.
Selain itu, kedua instansi juga membahas penguatan pengujian keamanan aplikasi melalui kegiatan penetration testing serta pentingnya penerapan aspek keamanan sejak tahap pengembangan sistem. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan deteksi dini, mitigasi risiko, dan ketahanan keamanan siber pada layanan digital BPOM.
Melalui pertemuan ini, BPOM dan BIN sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan keamanan infrastruktur teknologi informasi guna mendukung keandalan dan keamanan layanan digital yang digunakan oleh masyarakat maupun pelaku usaha.