Perkuat Basis Data Ekonomi Nasional, BPOM Jalin Kolaborasi Strategis dengan BPS Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

22-04-2026 Data Dilihat 330 kali

Jakarta, 22 April 2026 – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkomitmen penuh mendukung kelancaran Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Komitmen ini diwujudkan melalui rapat koordinasi lanjutan yang membahas strategi Komunikasi, Koordinasi, dan Diplomasi (KKD) bagi pelaku usaha di bawah binaan BPOM.

Dalam pelaksanaannya, dukungan terhadap SE2026 diintegrasikan langsung ke dalam berbagai layanan publik BPOM. Strategi yang diterapkan mencakup:

  1. Penyampaian Informasi Melalui Sistem Layanan: Informasi mengenai sensus akan dimunculkan melalui fitur pop-up pada aplikasi layanan publik BPOM untuk memastikan jangkauan luas kepada pelaku usaha.
  2. Pendampingan pada Desk Registrasi: Sosialisasi dilakukan secara langsung melalui penyediaan gerai khusus BPS pada kegiatan pendampingan pelaku usaha (jemput bola) di berbagai daerah, seperti Surabaya, Pekanbaru, Serang, dan Medan.
  3. Pemanfaatan Teknologi CAWI: Pengumpulan data dilakukan menggunakan moda Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) yang memungkinkan pelaku usaha melakukan pengisian data secara mandiri dan efisien.

Dukungan formal terhadap kegiatan ini diperkuat melalui Surat Edaran (SE) Sekretaris Utama BPOM yang telah didistribusikan kepada asosiasi pelaku usaha binaan. Regulasi ini menjadi landasan bagi industri di sektor obat dan makanan untuk berpartisipasi aktif dalam pendataan lengkap yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026.

Pihak BPS menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dalam SE2026 dijamin kerahasiaannya berdasarkan UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data responden dilindungi oleh sistem enkripsi dan hanya akan disajikan dalam bentuk tabel agregat nasional maupun sektoral tanpa menampilkan identitas unit usaha tertentu.

Partisipasi pelaku usaha dalam SE2026 diproyeksikan memberikan berbagai manfaat jangka panjang, antara lain:

  1. Penyediaan peta persaingan usaha yang lebih akurat.
  2. Peluang akses permodalan yang lebih terbuka melalui validitas data ekonomi.
  3. Mendorong ekosistem usaha yang lebih sehat serta pengembangan UMKM.
  4. Tersedianya indikator ekonomi penting seperti total aset, pendapatan, dan Return on Assets (ROA) sebagai bahan analisis perkembangan bisnis.

Melalui sinergi ini, diharapkan para pelaku usaha dapat memberikan data yang akurat demi terciptanya ekosistem usaha yang lebih sehat, peningkatan akses permodalan, serta perumusan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran baik untuk Usaha Besar maupun pengembangan UMKM di Indonesia.

Sarana