Jakarta, 18 Februari 2026 - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar rapat koordinasi terkait pemeriksaan implementasi sensor monitoring dan pembahasan temuan keamanan pada aset teknologi informasi BPOM di Ruang Rapat Kirana, Pusdatin. Pertemuan ini menyoroti peningkatan signifikan anomali trafik serta temuan kerentanan serius pada infrastruktur digital lembaga tersebut.
Berdasarkan paparan tim threat hunting BSSN, tercatat adanya lonjakan anomali trafik pada aset BPOM dari 39 temuan di bulan Januari menjadi 140 hit pada Februari 2026. Secara nasional, BSSN mendeteksi sekitar 582 juta anomali trafik dalam periode 1 Januari hingga 16 Februari 2026, dengan mayoritas berupa aktivitas malware, akses tidak sah, dan kebocoran informasi.
Beberapa jenis insiden yang menjadi catatan dalam pemeriksaan tersebut meliputi kebocoran Data di Darknet, Kerentanan Sistem (CVE), dan Anomali Trafik. Menanggapi temuan tersebut, BPOM berencana mengaktifkan kembali sensor monitoring "Suricata" yang sebelumnya dalam kondisi offline. Pusdatin BPOM akan memastikan kesiapan penyimpanan data (storage) dan lokasi perangkat fisik sebelum melakukan aktivasi ulang bersama BSSN.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh layanan publik dan data internal BPOM tetap terlindungi dari ancaman serangan siber yang terus berkembang.