JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan dukungan terhadap pemutakhiran dan pengayaan database Statistical Business Register (SBR) milik Badan Pusat Statistik (BPS). Sinergi ini dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada hari Senin, 11 Mei 2026, melalui pertemuan daring. Fokus utama kolaborasi ini adalah penyediaan data pelaku usaha yang terdaftar di BPOM, data Pedagang Besar Farmasi (PBF), serta data PIRT sebagai bagian dari penguatan basis data ekonomi nasional.
BPOM dan BPS telah melakukan analisis pemadanan data awal terhadap database pelaku usaha guna memperkuat akurasi data ekonomi nasional. Hasil evaluasi menunjukkan adanya sejumlah data yang telah selaras dengan sistem Statistical Business Register (SBR), sementara sebagian lainnya diidentifikasi sebagai entitas baru yang potensial untuk memperkaya cakupan database pemerintah. Selain itu, kedua instansi masih melanjutkan proses verifikasi terhadap data yang memerlukan konfirmasi lebih lanjut guna memastikan ketepatan klasifikasi entitas bisnis di lapangan.
Dalam kategori data yang lebih spesifik, proses sinkronisasi juga mencakup pemutakhiran informasi mengenai sarana distribusi farmasi dan data pangan industri rumah tangga (PIRT). Secara kumulatif, hasil kolaborasi data ini akan menjadi basis bagi BPS dalam menetapkan sasaran kegiatan pemutakhiran data usaha di tingkat nasional. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan integrasi data antarinstansi yang lebih solid dan mendukung program strategis pemerintah dalam memantau perkembangan dunia usaha.
Dalam diskusi tersebut, kedua instansi juga mengevaluasi penggunaan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas unik perusahaan. Ditemukan tantangan di mana satu NIB terkadang digunakan oleh distributor beserta cabangnya karena masih dianggap dalam satu entitas yang sama. Sebagai langkah antisipasi, muncul usulan untuk mempertimbangkan pembuatan kode unik perusahaan di masa depan serta penambahan atribut data seperti tanggal Nomor Izin Edar (NIE) untuk mempermudah identifikasi.
Sebagai tindak lanjut, Sinergi ini akan dilanjutkan dengan tahap pengolahan data hasil kesepakatan terbaru guna menjaga konsistensi informasi yang diintegrasikan.